Kata Mutiara

Whoever observes fasts during the month of Ramadan out of sincere faith, and hoping to attain Allah's rewards, then all his past sins will be forgiven.(Al-Bukhari and Muslim)

Kamis, 18 Juni 2015

SEJARAH SINGKAT WONG FEI HUNG ( FAISAL HUSSAIN WONG )

Ditulis oleh Drs. Khalil Idham Lim.

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film “Once Upon A Time in China”. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung dimainkan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li.

Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung ? Wong Fei Hung adalah seorang Ulama ( Kyai / Ustad ), Ahli Perubatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jati diri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga imej kekuasaan Komunis di China.

Satu Satunya Foto Wong Fei Hung

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung ( Guandong ) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong. Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama ( Kyai / Ustad ) , dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok ( wushu/kungfu ). Ayahnya memiliki sebuah klinik perubatan bernama Po Chi Lam di Canton ( ibukota Guandong ). ( Gelaran fei merujuk kepada orang-orang cina muslim ).

Rabu, 17 Juni 2015

RINGKASAN HUKUM PUASA RAMADHAN

Saat Ramadhan tiba, kaum muslimin menyambutnya dengan gembira. Di antara mereka, ada yang menggelar berbagai acara. Tak jarang, acara-acara itu justru melanggar syariat. Persiapan paling baik yang dilakukan saat memasuki Ramadhan adalah mempelajari berbagai hal berkaitan dengan ibadah di dalamnya. Tentu agar ibadah yang akan dilakukan bisa lebih bermakna.


Menyambut Ramadhan, banyak acara digelar kaum muslimin. Di antara acara tersebut ada yang telah menjadi tradisi yang “wajib” dilakukan, meski syariat tidak pernah memerintahkan untuk membuat berbagai acara tertentu menyambut datangnya bulan mulia tersebut.

CEK IMEI UNTUK MENGETAHUI PONSEL ASLI ATAU PALSU

Pasar telephon seluler dipenuhi dengan telephon palsu, mereka menjual sebagaimana seperti aslinya bahkan dengan merk aslinya ponsel replika yang hadir di pasar terlihat mirip dengan ponsel aslinya, untuk memeriksa apakah ponsel Anda adalah asli atau palsu ada dua cara untuk memeriksanya. Metode ini akan banyak membantu Anda saat membeli ponsel baru atau bekas.
 
Nomer untuk mengetahui IMEI
 Metode Pertama Dengan memeriksa Fitur berikut  :

Selasa, 16 Juni 2015

SEJARAH SINGKAT PUTRA SANG FAJAR

Aku adalah putra seorang ibu Bali dari kasta Brahmana. Ibuku, Ida Ayu, berasal dari kasta tinggi. Raja terakhir Singaraja adalah paman ibuku. Bapakku dari Jawa. Nama lengkapnya adalah Raden Sukemi Sosrodihardjo. Raden adalah gelar bangsawan yang berarti Tuan. Bapak adalah keturunan Sultan Kediri.

Soekarno Saat Masih Muda
Apakah itu kebetulan atau suatu pertanda bahwa aku dilahirkan dalam kelas yang memerintah, akan tetapi apa pun kelahiranku atau suratan takdir, pengabdian bagi kemerdekaan rakyatku bukan suatu keputusan tiba-tiba. Akulah ahli-warisnya." Ir. Soekarno menuturkan kepada penulis otobiografinya, Cindy Adam.

Kamis, 11 Juni 2015

MACAM RAGAM LAYANG KEKANCINGAN KARATON YOGYAKARTA

Alhamdullilah "Seminar Kekancingan Karaton Jogja", sudah terlaksana dengan aman dan lancar pada hari Jumat / 5 Juni 2015, pukul 18:00-22:00 di Rumah Makan Gita Ganjana, Jl.Pangeran Diponegoro, Yogyakarta. Seminar diikuti sekitar 50 orang peserta yang membahas tentang Seluk Beluk dan Tata Cara Pengurusan Surat Kekancingan dari Kraton Yogyakarta yang terkait dengan Kekancingan Trah Darah Dalem / Trah Keturunan Raja-Raja Mataram, Kekancingan Abdi Dalem Kraton Ngayogyakarta hadiningrat dan Kekancingan penggunaan Tanah Kasultanan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. 


Hadir dalam seminar tersebut Penghageng Tepas Darah Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat K.P.H.Harsadiningrat yang juga mantan Bupati Gunungkidul yang membahas tentang sejarah Kerajaan Mataram Islam hingga seluk beluk mengurus kekancingan Trah Darah Dalem. Sementara itu K.R.T.Wijoyo Pamungkas selaku Carik Tepas Dwarapura Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menjelaskan panjang lebar tentang tata cara menjadi Abdi Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tak ketinggalan Pendiri LPBJ.Suro Putra Mataram memberikan ulasan tentang Kekancingan Kraton Jogja dalam Konteks kekinian. Berikut ringkasan hasil seminar tersebut :

Kamis, 28 Mei 2015

SEJARAH SINGKAT WALISONGO

Sejarah masuknya Islam di Indonesia sungguh penuh dengan carut-marut karena sejak dahulu Bangsa Indonesia memang lemah dalam sistim dokumentasi. Akibatnya, sejarah Indonesia sebelum datangnya bangsa Belanda selalu ada beberapa versi karena selalu ada distorsi dari pelaku sejarah maupun dari masyarakat yang meneruskan cerita tersebut kepada generasi berikutnya.

ILUSTRASI WALISONGO
 Sungguh suatu hal sangat memprihatinkan, bahwa sejarah lahirnya Islam di Jazirah Arabia yang terjadi pada abad ke-7 Masehi dan lahirnya Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam [581 M], wafat [632 M] dan penggantinya Abu Bakar [632-634 M], Umar Bin Khotob [634-644 M], Usman Bin Affan [644-656 M], Ali Bin Abi Thalib [656-661 M] serta perkembangan Islam selanjutnya dapat terdokumentasi secara jelas. Namun sejarah masuknya Islam di Indonesia yang terjadi 7 abad setelahnya, justru tidak terdokumentasi secara pasti. Barangkali karena alasan itulah maka sejarah tentang walisongo juga penuh dengan carut-marut.

Senin, 25 Mei 2015

LAYANG KEKANCINGAN PIKUKUH

Anda masih mempunyai darah keturunan Keraton Yogyakarta ???, Jika anda yakin dan mempunyai bukti-bukti otentik mengenai silsilahnya, itu bisa diajukan ke Keraton.

Layang Kakancingan Pikukuh
 Caranya ??? Anda cukup datang ke Tepas (Kantor) Darah Dalem di sebelah barat Bangsal Pracimosono, Komplek Keraton Yogyakarta. Dengan menyerahkan identitas diri, sejarah silsilah serta disertai beberapa saksi, Anda bisa dipertimbangkan untuk mendapatkan gelar.

Minggu, 24 Mei 2015

TEPAS DARAH DALEM

Logo Praja Cihna Karaton Kasultanan Yogyakarta
Bila kita mengerti asal-usul, maka kita akan menjaga tindak-tanduk, sikap dan perbuatan, karena kita keturunan dari orang yang punya martabat atau bukan orang sembarangan. Jadi kalau kita tahu asal-usul, maka bisa menjadi rem bagi kita, saat akan melakukan tindakan yang tidak benar. Hal ini dikatakan, Raden Wedana Murtiwandowo, yang biasa dipanggil Romo Murti dari Tepas Darah Dalem Kraton Yogyakarta.

Kamis, 21 Mei 2015

SEJARAH SINGKAT RIWAYAT HIDUP KI NGABEHI SOERODIWIRYO

KI NGABEHI SOERODIWIRYO
1869 : Ki Ngabehi Soerodiwirjo / Eyang Suro (nama kecilnya Masdan) lahir pada hari Sabtu Pahing. Beliau merupakan keturunan dari Bupati Gresik - Surabaya.

Ayahnya bernama Ki Ngabehi Soeromiharjo, Mantri Cacar Ngimbang (Jombang) yang mempunyai 5 putera yaitu :

Rabu, 20 Mei 2015

SABDA RAJA SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO X

Berikut isi sabda raja dalam bahasa Jawa :

Siro adi ingsun, sekseono ingsun Sampean Dalem Ingkang Sinuhun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Kasepuluh Surya ning Mataram, Senopati ing Kalogo, Langenging Bawono Langgeng, Langgeng ing Toto Panotogomo Kadawuhan netepake Putri Ingsun Gusti Kanjeng Ratu Pembayun tak tetepake Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng ing Mataram. Mangertenono yo mengkono dawuh ingsun.

(Artinya) :

SEJARAH ASAL USUL KAB/KOTA MADIUN

Kabupaten Madiun ditinjau dari pemerintahan yang sah, berdiri pada tanggal paro tengah, bulan Muharam, tahun 1568 Masehi tepatnya jatuh hari Kamis Kliwon tanggal 18 Juli 1568 / Jumat Legi tanggal 15 Suro 1487 Be - Jawa Islam.

Gapura Makam Kuncen Adipati Madiun Jawa Timur
Pada masa pemerintahan Ki Ageng Reksogati dan Pangeran Timur nama Madiun belum ada, daerah ini dulu disebut Kadipaten Purabaya atau Purbaya ?. Asal kata Madiun mempunyai banyak versi, yang ditinjau dari berbagai sudut pandang.

Selasa, 19 Mei 2015

SEJARAH RIWAYAT HIDUP SULTAN HAMENGKUBUWONO II

Ilustrasi Sultan Hamengku Buwono II
Pendahuluan
Sultan Hamengku Buwono (HB) II adalah raja di Kesultanan Yogyakarta yang memerintah antara tahun 1792 dan 1828. Ada dua fenomena menarik dari pribadi Sultan pada saat berkuasa. Pertama adalah masa pemerintahannya yang ditandai dengan pergolakan politik yang belum pernah terjadi di Jawa pada periode sebelumnya. Pada periode tersebut, Jawa menjadi bagian dari perubahan besar yang berlangsung sebagai konsekuensi konstelasi politik di Eropa. Hal ini ditandai dengan terjadinya perubahan empat kali rezim kolonial dalam kurun waktu kurang dari setengah abad, yaitu dari VOC, Prancis, Inggris, dan Belanda. Perubahan rezim yang juga menimbulkan pergantian kebijakan kolonial ini mengakibatkan terjadinya instabilitas politik dari penguasa kolonial khususnya tindakan pemerintah kolonial terhadap raja-raja pribumi. Kondisi ini meningkatkan eskalasi konflik yang cukup tajam antara penguasa kolonial dan penguasa Jawa.

Senin, 11 Mei 2015