Anda masih mempunyai darah keturunan Keraton Yogyakarta ???,
Jika anda yakin dan mempunyai bukti-bukti otentik mengenai silsilahnya,
itu bisa diajukan ke Keraton.
Caranya ???
Anda cukup datang ke Tepas (Kantor) Darah Dalem di sebelah barat
Bangsal Pracimosono, Komplek Keraton Yogyakarta. Dengan menyerahkan
identitas diri, sejarah silsilah serta disertai beberapa saksi, Anda
bisa dipertimbangkan untuk mendapatkan gelar.
![]() |
| Layang Kakancingan Pikukuh |
"Setelah data diserahkan, kami akan melakukan penelusuran," ujar Pimpinan Tepas Darah Dalem Keraton Yogyakarta K.R.T. Suryopadmonagoro, ketika ditemui Bernas di ruang kerjanya, Rabu (23/8). Penelusuran tersebut dilakukan dengan mencocokkan daftar yang diajukan pendaftar dengan daftar silsilah yang dipunyai Keraton. Jika benar, pendaftar dinyatakan lolos, dan berhak mendapat serat kekancingan yang menyatakan sebagai Trah Dalem.
Gelar yang diperoleh tergantung pada posisi dalam trah
tersebut. Menurut Suryopadmonagoro yang pensiunan karyawan Departemen Sosial, gelar dalam Keraton itu berdasar pada grat-grat. Grat kesatu yakni Putra Raja bergelar Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH), Grat kedua
cucu raja bergelar Raden Mas (RM); sedangkan Grat di bawahnya akan
memiliki gelar Raden (R). Pria berusia 75 tahun itu
menjelaskan bahwa dari awal sampai sekarang, masih ada saja yang
mendaftarkan diri untuk mendapatkan gelar tersebut. "Kalau jumlahnya,
wah ... banyak sekali. Yang jelas sampai sekarang masih terus ada yang
mendaftarkan diri," katanya.
Soal keuntungan yang
didapat dari gelar tersebut, Suryopadmonagoro mengatakan bahwa
keuntungan materi jelas tidak bisa dijamin dengan gelar itu, apalagi
soal hak waris. Kendati sudah menyandang gelar, bukan berarti
mendapatkan hak waris. "INI MEMANG BUKAN UNTUK KEPENTINGAN MATERI,"
tutur cucu Hamengku Buwono VII ini. Namun yang lebih
penting, menurut dia, hal itu SEBAGAI BENTUK IKATAN KEKELUARGAAN DENGAN TRAH KERATON. "Ibaratnya suh (tali) yang mempersatukan balung
pisah," tuturnya. Gelar tersebut selain lebih
mempersatukan secara batin dengan Keraton, akan memberikan ketenteraman
bagi penyandang. "Tentu itu bagi yang percaya," lanjut
Suryopadmonagoro, yang sudah sejak tahun 1981 mengabdi di Keraton
Yogyakarta.
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar