![]() |
| Logo Praja Cihna Karaton Kasultanan Yogyakarta |
Tepas
Darah Dalem, merupakan institusi dari Kraton Yogyakarta yang bertugas
mengeluarkan serat kekancingan atau sertifikat silsilah keluarga kraton
Yogyakarta. Hingga saat ini, menurut Romo Murti, dirinya sudah menerima
permohonan serat kekancingan hingga keturunan ke 22 dari Panembahan
Senopati.
Motivasi
para pemohon Serat Kekancingan, ada yang menyebut untuk kepuasan diri,
ada juga sebagai tanda dalam dirinya mengalir darah bangsawan atau
keturunan Raja-Raja. Namun ada juga yang menyebut untuk mengurus warisan
dengan mengetahui silsilah keluarga. Tujuan lainnya, supaya tidak
kepaten obor atau bisa ngumpulke balung pisah keluarga.
Bagi
sebagian keluarga, gelar bangsawan masih dianggap penting, tak heran
bila ada orangtua yang mengurus ke Tepas Darah ketika anaknya baru
lahir, supaya kelak dalam akte kelahiran sudah tertulis nama gelar
bangsawannya.
Syaratnya,
cukup mudah. Bila orangtua sudah memiliki serat kekancingan, maka sang
anak tinggal meneruskan, cukup membawa akte kelahiran yang didukung C1
atau Kartu Keluarga dan KTP. Namun, bila tidak ada serat kekancingan
dari orangtua, nenek atau pendahulunya, bisa dilakukan dengan disumpah
terlebih dahulu. Sebagai saksi sumpah adalah yang punya hubungan darah,
seperti ayah/ibu, saudara kandung, bila sulit bisa sepupu/misan. "SUMPAH INI BUKAN SEMBARANG SUMPAH". Sumpahnya menggetarkan, karena harus jujur
dan yakin dirinya masih keturunan Darah Dalem, keturunan Raja-Raja,”
kata Romo Murti.
Dikisahkan,
pernah ada kejadian yang menimpa seseorang yang terpaksa bersumpah
palsu karena kepingin mendapatkan serat kekancingan. Boleh percaya boleh
tidak. Sebulan sesudah melakukan sumpah, hidupnya tidak tenteram.
Ibaratnya, yen nang omah kudu mulih, yen lungo pingin mulih. Sampai
akhirnya, yang bersangkutan mendapatkan mimpi hingga tiga kali dan
kemudian tersadar. Jangan-jangan, hidupnya tidak tenteram, karena telah
melakukan sumpah palsu. “Tiga bulan kemudian, dia datang dari Surabaya
dan menceritakan mimpi serta kondisi keluarga dan usahanya, setelah
nyuwun ngapuro kalian ingkang nggawe urip, kemudian hidupnya kembali
normal, begitu juga usahanya lancar kembali,” kata Romo Murti sambil
menyebut peristiwa ini hendaknya menjadi pengingat bagi mereka yang
berniat mencari serat kekancingan untuk bersikap benar.
Para
pemohon serat kekancingan tidak hanya dari Yogya saja, namun juga dari
Bandung, Jakarta, Purwokerto dan Kebumen, Semarang. Keturunan Cina dari
Purwokerto juga banyak yang mendatangi Tepas Dalem. Di antaranya adalah
dari keturunan Kolopaking III yang beristrikan keturunan Cina.
Sedang
untuk pemohon serat kekancingan dari luar negeri, di antaranya dari
Belanda, Belgia dan Inggris atau negara Eropa lainnya. “Kebetulan ada
pemohon dari Belanda yang setelah dirunut ternyata masih keturunan HB
II, kebetulan pesarean leluhurnya di Imogiri bersebelahan dengan leluhur
saya, jadilah kami seperti saudara dan tiap tahun sekitar bulan
Februari – Maret pasti mengunjungi pesarean Imogiri,” kata Romo Murti.
Biaya
untuk mengurus serat kekancingan ? Ternyata cukup murah, hanya Rp 25
ribu plus biaya materai Rp 6 ribu. Namun, untuk waktu penyelesaiannya,
tidak bisa pasti. Pasalnya, harus menunggu keluangan waktu GBPH H
Joyokusumo selaku Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura untuk
menandatangani. Di samping itu, satu keluarga kadang mengurus sampai 10
serat kekancingan untuk kerabatnya.
Jumlah peminat serat kekancingan, ternyata terus meningkat. Sejak awal
tahun 2008 ini, paling tidak sudah ada 800 pemohon yang masuk.
Sedang
yang datang ke Tepas Darah Dalem juga dari berbagai kalangan, mulai
artis sampai pejabat. “Kalau ditelisik, biasanya keturunan Darah Dalem
itu, banyak lho yang njago lurah. Kalau dihitung-hitung, juga banyak
pejabat masih keturunan Darah Dalem, seperti Presiden SBY, masih
keturunan HB II dan Pak Prabowo, keturunan HB II,” kata Romo Murti.
Serat
kekancingan yang berupa sertifikat ditulis dalam huruf Jawa, namun
untuk mempermudah membacanya, ada salinannya dalam huruf latin dalam
bahasa Indonesia supaya mudah dimengerti, (Hanik Atfiati)-c
Sumber :

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus